Pages

Rabu, 05 November 2014

Visualisasi HTML Tentang Sistem Linear

index.html

<HTML>
<HEAD><TITLE>Sinyal dan sistem Linier</TITLE></HEAD>
<FRAMESET ROWS="120,*">
  <FRAME NAME="judul" SCROLLING="No" NORESIZE src="head.html">
  <FRAMESET COLS="180,*">
    <FRAME NAME="menu" SRC="menu.html">
    <FRAME NAME="main" SRC="Sinyal-dan-sistem-linier.html">
</FRAMESET></FRAMESET>
</HTML>



menu.html

<html>
<head>
<title>MENU SISTEM LINEAR</title>
</head>
<body>
<br><a href="Sinyal-dan-sistem-linier.html" target="main" >home</a></br>
<br><a href="pengantar-sinyal.html" target="main" >Pengantar Sinyal</a></br>
<br><a href="Sinyal-Waktu-Kontinyu.html" target="main" >Sinyal Waktu Kontinyu</a></br>
<br><a href="Sinyal-Waktu-diskrit.html" target="main" >Sinyal Waktu Diskrit</a><br>
<br><a href="operasi-dasar-sinyal-dengan-matlab.html" target="main" >Operasi Dasar Sinyal</a><br>
<br><a href="Pengantar-Tentang-Sistem.html" target="main" >Pengantar tentang sistem</a></br>
<br><a href="sistem-linier-dan-non-linier.html" target="main" >Sistem Linier</a></br>
<br><a href="sistem-linier-dan-non-linier.html" target="main" >Sistem non linier</a><br></body>
</html>


head.html

<html>
<head>
<title>head</title>
<style type="text/css">
<!--
.style1 {
    font-family: "Times New Roman",;
    font-size: 72px;
    color: blue;
}
-->
</style>
</head>
<body>
<div align="center" class="style1">Sistem Linear</div>

<div align="center">Nama : Solehudin, NIM : 13.543.0085
 </div>
</body>
</html>


Sinyal-dan-sistem-linier.html

<html>
<head>
<title>Sinyal dan sistem Linier</title>
</head>

<body>
<p><strong><u>Sinyal dan Sistem Linear</u></strong> </p>
<p>Kata lain sinyal adalah isyarat. Tapi penggunaan sehari-hari kata "sinyal" dan kata "isyarat"    sedikit berbeda. Seseorang menyuruh diam dengan meletakkan telunjuk ke bibir disebut memberi    isyarat. Kereta berangkat menunggu sinyal dari petugas PPKA berupa tiupan peluit. </p>
<p>Dalam pembicaraan tentang sistem teknik, kedua kata di atas   adalah sama. Sinyal adalah besaran yang diamati dalam selang waktu   tertentu. Dalam selang waktu yang dimaksud, biasanya besaran berubah   secara dinamis. Dalam keseharian dikenal sinyal suara atau sinyal gambar   yang besarannya senantiasa berubah terhadap waktu. Namun besaran yang   tidak berubah terhadap waktu secara teknis disebut sinyal juga asalkan   merupakan pengamatan dalam selang waktu tertentu. Sehingga cahaya yang   keluar dari sebuah lampu (meskipun intensitasnya tetap) disebut sinyal   cahaya. Sebuah sepeda motor mempunyai besaran fisik: berat, warna,   ukuran, kecepatan,    jumlah persnelling, dan lain-lain. Semuanya adalah sinyal yang   dikeluarkan oleh sepeda motor jika diamati dalam selang waktu tertentu.   Namun di    antara besaran-besaran yang dimiliki oleh sepeda motor, mungkin hanya   kecepatan yang sifatnya    dinamis, besaran lain bersifat statis. Oleh karena itu kecepatan   merupakan besaran    yang paling banyak diamati/diperhatikan untuk sepeda motor. </p>
<p>Pembicaraan tentang sistem seringkali melibatkan pembicaraan tentang sinyal. Sistem dikenali    dari sinyal yang dikeluarkannya, dan sistem diamati karena ada dinamika sinyal padanya. Masukan    dan keluaran sistem berwujud sinyal. Masukan dari sistem audio adalah sinyal magnetis dari    pita kaset dan keluarannya adalah sinyal suara. Dalam sistem bendungan, aliran air ke    persawahan adalah sinyal, aliran air dari hulu adalah sinyal, hujan adalah sinyal, pengubahan    posisi pintu air oleh petugas irigasi adalah sinyal, bahkan watt listrik yang dihasilkan (jika    ada PLTA-nya) adalah sinyal. </p>
<p>Secara teknis sinyal dibedakan menurut keberadaan dan nilai besarannya. Gambar berikut ini    memperlihatkan empat macam sinyal yaitu: sinyal kontinyu (analog), sinyal kontinyu     terkuantisasi, sinyal diskret, dan sinyal diskret terkuantisasi (digital).<br>
</p>
<center>
  <img src="http://www.oocities.org/husni_ums/sislinfig/btksinyal.gif" alt="Bentuk sinyal">
</center>
<br>
Sinyal kontinyu merupakan bentuk kebanyakan sinyal yang ada di alam. Debit aliran air sungai,    arus listrik yang masuk ke sebuah rumah pelanggan PLN dan suhu suatu ruangan adalah contohnya.    Sinyal kontinyu mempunyai nilai di semua waktu dan nilainya bisa berapa saja.    Sinyal kontinyu terkuantisasi mempunyai nilai di semua waktu tapi nilainya hanya tertentu saja.    Contohnya adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar, atau harga suatu barang di toko. Sinyal    diskret mempunyai nilai pada waktu-waktu tertentu saja dan nilainya bisa berapa saja. Contohnya    adalah data harian curah hujan di Solo, atau nilai indeks harga saham gabungan di bursa pada    saat penutupan transaksi. Sinyal diskret terkuantisasi mempunyai nilai pada waktu-waktu    tertentu saja dan nilainya hanya tertentu. Contohnya adalah sinyal komunikasi digital.
<p>Pembicaraan dalam kuliah sistem linier secara umum adalah menyangkut sinyal kontinyu dan    diskret yang tidak terkuantisasi. </p>
<p><strong><u>Sistem Linier</u></strong> </p>
<p>Sistem linier adalah sistem dengan sifat khusus berupa linieritas. Artinya hubungan masukan    dan keluarannya bersifat linier. Jika digambar pada grafik hubungan itu berupa garis lurus.    Namun gambaran grafis berupa garis lurus hanya berlaku pada saat sistem berada pada kondisi     mantap (steady) dan bukan pada kondisi transisi (transien). Jika resistor tiba-tiba diberi    tegangan, arus resistor tidak langsung muncul sesuai hukum ohm. Ada masa transisi dari kondisi    belum diberi tegangan (kondisi awal) menuju kondisi mantap (meskipun hanya dalam hitungan    mikrodetik atau nanodetik). Hukum ohm hanya berlaku pada kondisi mantap. Kondisi transisi ini    tidak diperhatikan pada desain rangkaian elektronik biasa, tapi kondisi ini menjadi perhatian    pada sistem frekuensi tinggi di mana sinyal berubah dengan sangat cepat. </p>
<p>Ada dua alasan penting mengapa studi sistem linier menjadi perlu: </p>
<ol>
  <li>Model sistem linier dapat dipelajari lebih mudah dan pembahasannya telah mendalam. Alat    bantu analisis dan desain sistem linier telah banyak tersedia. </li>
  <li>Kebanyakan sistem fisik dapat dimodelkan dengan sistem linier.</li>
</ol>
</body>
</html>

sistem-linier-dan-non-linier.html

<html>
<head>
<title>sistem linier dan non linier</title>
<body>
<object data="F14-Modul-SPL.pdf " type="application/pdf" width="100%" height="100%"></object>
</body>
</html>



File Hasil Coding Di Sini


Bentuk Visualisasinya seperti ini

0 komentar:

Posting Komentar